Game centre banyak bermunculan di setiap jalan yang kita lewati juga anak-anak kita disaat mau berangkat ke sekolah. Disana banyak muncul pertentangan serta disisi lain keinginan si anak untuk bisa menguasainya. Hal ini yang mungkin tanpa disadari adalah satu hal yang tidak terpikirkan apa yang akan terjadi nantinya mereka dengan kesehariannya apabila Game Center tadi sebagai tujuan utama setelah mereka pulang sekolah, atau mungkin akan membuat mereka membolos hanya untuk menikmati dan enjoy dengan permainan di game tersebut. Disini peran orang tua yang bijaksana harus ada diantaranya. Mereka tidak bersalah, tapi juga harus bijaksana sekali menyikapi hal tersebut. Sementara hal di atas terjadi mungkin kita semua yang pernah mengalami masa-masa permainan yang lebih sangat familiar dengan budaya serta kebiasaan baik bangsa ini. Yang mungkin kita mengenal saat ini dengan sebutan Permainan Tradisional. Kalau kita menyadari nama permainan tradisional itu adalah sebutan saja. Tapi satu hal yang kita mungkin lupa dan tidak kita sadari adalah makna serta faedah dari permainan yang katanya bernama permainan tradisional. DI setiap permainan itu selain berasal dari alam dan bisa membuat anak mengenal dengan baik alam sekitar , mereka juga akan bisa mengenal dengan baik teman-teman mereka dengan bentuk permainan itu sendiri, yang mana kebanyakan adalah didasari atas kebersamaan dan kepercayaan kepada teman bermain mereka. Juga di beberapa permainan adalah juga membuat mereka di ajak untuk berpikir secara logika serta matematika secara tidak langsung. Banyak norma serta ilmu di balik permainan itu sendiri tidak kalah dengan permainan di Game Center saat ini. Jember Gelar Festival Permainan Anak Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) akan menggelar "Festival Permainan Tradisional Anak-anak Nusantara" di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat-Sabtu. Direktur Jenderal (Dirjen) Nilai Budaya, Seni, dan Film (NBSF) Kemenbudpar, Tjejep Suparman, Kamis, dalam acara dialog interaktif di salah satu radio swasta di Jember, mengatakan, Kabupaten Jember merupakan kabupaten yang memiliki potensi budaya yang cukup baik. "Kami memilih Kabupaten Jember karena banyak pakar budaya dengan sejumlah perguruan tinggi dan warga Jember memiliki budaya santun kepada wisatawan," kata Tjejep. "Permainan tradisional anak-anak yang merupakan pusaka budaya mengandung nilai-nilai keluhuran yang tercermin dari semangat dan filosofi permainannya harus terus dikembangkan," paparnya. Untuk itu, kata dia, Kemenbudpar berusaha mengembangkan nilai-nilai keluhuran yang tercermin dari semangat dan filosofi permainan tradisional anak-anak itu sendiri, sehingga permainan tradisional anak-anak tidak punah. Sementara pakar budaya, Prof Ayu Sutarto, mengakui bahwa permainan tradisional anak-anak saat ini terancam punah karena banyak anak-anak yang sudah tidak mengenal tentang permainan tradisional. . Menurut Ayu, permainan tradisional anak-anak memiliki nilai budaya gotong royong, sehingga jiwa kerja sama dan saling membantu bisa ditanamkan sejak dini kepada kepada anak-anak. Sejumlah permaian tradisional anak-anak seperti ganding, gobak sodor, petak umpet, bekelan, dakon engkel, dan egrang mencerminkan semangat kejujuran, sportifitas, kegigihan, daya saing, kerja sama, gotong royong, dan pengakuan rasa kemenangan kepada lawannya. "Saya berharap festival ini dapat menggugah semangat anak-anak untuk memelihara dan mengembangkan permainan tradisional, supaya tidak luntur," ucapnya. Ia menjelaskan, permainan tradisional anak-anak dapat mengembangkan jati diri dan memperkokoh bangsa karena tertanam nilai-nilai luhur dalam permainan tersebut. Kepala Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Jember, Arif Tjahyono, mengaku bangga atas kepercayaan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang menyelenggarakan acara "Festival Permainan Tradisional Anak-Anak Nusantara" di Kabupaten Jember./span> [ Sumber ]

Festival Permainan Tradisional Anak Nusantara tersebut, kata dia, merupakan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional dan dari rangkaian kegiatan yang digelar dalam Pekan Budaya, Seni dan Film (PBSF) tahun 2010.
Selasa, 15 Februari 2011
PERMAINAN TRADISIONAL - KATANYA
07.36
budaya






Cigarskruie