Saat itu peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah pada 622 M silam. Nabi Muhammad SAW memutuskan hijrah ke Madinah karena masyarakat Mekah sudah tidak lagi mau menerima dakwahnya.
Hijrah tersebut adalah langkah perubahan Nabi Muhammad SAW untuk membuat sesuatu yang lebih baik di masyarakat Madinah. Di tempat yang baru Nabi Muhammad SAW ternyata berhasil membangun peradaban baru yang lebih mencerahkan. Peristiwa hijrah ke Madinah inilah oleh sahabat Umar Bin Khattab Ra dipakai sebagai awal penanggalan Islam.
Malam ini menjelang 1 Muharram 1433 H adalah tahun baru bagi umat Islam di seluruh belahan bumi ini. Tahun baru hijriah ini harus kita jadikan sebagai momentum, sarana “hijrah” menuju kehidupan yang lebih jernih.
Dalam Islam disebutkan: ” Haasibuu qobla antuhaasabuu. Yang artinya hitunglah dirimu sebelum kamu sekalian dihitung(hisab)”. Kiranya saat inilah manusia abu-abu harus segera mencari tinta yang benar serta kertas yang benar putih untuk menggoreskan kuas selajutnya.
Ya Allah yang Maha Kuasa, Kau ciptakan Manusia termasuk aku, dengan penuh kemuliaan, putih suci. Perjalanan panjang yang telah kulalui masih juga penuh dengan warna kelabu bahkan hitam dan tidak berwarna, begitu seakan susah menjadi putih...
Saat panggilan-Mu terdengar lembaran selimut masih juga tiada tersingkap, tatapan terhadap komputer tak terusik, bahkan seakan menutup telinga, manis & kentalnya kopi bahkan menjadi wajib segera untuk disajikan dimeja..
Rizqi dari-Mu tiada berhenti, namun saat bersedekah masih juga hati memilih-milih warna lembaran yang akan jatuh ke kotak suci itu.
Puasa sunahku ? Qiyamul Lail ku… ? Membaca kitab-Mu… masih juga kalah melawan godaan Manual Book untuk menjalankan beberapa aplikasi yang hanya buatan ciptaaan-Mu.
Untuk ibundaku tercinta sampai saat ini belum dapat kusenangi hatimu, bahkan masih juga kubebani, untuk menanyakan kabar saja masih bisa terlupakan karena hanya memikirkan kesibukan sendiri.
Dan kepada belahan jiwa bunga mawar yang harum dalam jiwaku yang sangat kusayangi, selama ini masih saja membuat kecewa, membuat hatimu terluka padahal kau begitu setia serta sabar penuh keihlasan menemaniku dalam perjalanan penuh onak dan duri.
Dan yang sangat kusesalkan mengapa aku bisa marah besar ketika anak-anakku melakukan kesalahan…
Saudara-saudara, teman-teman meminta bantuan masih saja belum bisa dipenuhi bahkan kadang terlupakan... padahal mereka begitu peduli dengan manusia abu-abu ini. Dalam pergaualanku juga masih melakukan kesalahan disana sini yang bisa membuat sakit hati, kampungan serta penuh dengan dengki memang manusia abu-abu ini.
Ya Allah… Manusia Abu-abu ini memang tidak semulia pada saat Engkau ciptakan, tetapi perhatian serta karunia-Mu tiada pernah terputus. Begitu luar biasa kasih sayang-Mu.
Ya Allah berilah aku kesempatan untuk memperbaiki warna ini, berikan aku kesempatan untuk lebih mendekatkan diriku padaMU ya Rabbi… berikan aku petunjuk agar aku selalu berada pada jalanMu yang engkau ridhoi. Aku akan berusaha merubah segala warna kelam yang aku goreskan kepada orang-orang terdekatku, terutama mereka yang sangat aku kasihi, aku cintai dan aku sayangi.
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim, beri kesempatan manusia abu-abu ini bisa menjadi manusia putih di jalan-MU....semoga mulai malam ini, di tahun 1433H warna ini terus memutih dan akan benar-benar menjadi PUTIH. Amin ... Ya Rabbal Alamin.
Ya Allah yang Maha Kuasa, Kau ciptakan Manusia termasuk aku, dengan penuh kemuliaan, putih suci. Perjalanan panjang yang telah kulalui masih juga penuh dengan warna kelabu bahkan hitam dan tidak berwarna, begitu seakan susah menjadi putih...
Saat panggilan-Mu terdengar lembaran selimut masih juga tiada tersingkap, tatapan terhadap komputer tak terusik, bahkan seakan menutup telinga, manis & kentalnya kopi bahkan menjadi wajib segera untuk disajikan dimeja..
Rizqi dari-Mu tiada berhenti, namun saat bersedekah masih juga hati memilih-milih warna lembaran yang akan jatuh ke kotak suci itu.
Puasa sunahku ? Qiyamul Lail ku… ? Membaca kitab-Mu… masih juga kalah melawan godaan Manual Book untuk menjalankan beberapa aplikasi yang hanya buatan ciptaaan-Mu.
Untuk ibundaku tercinta sampai saat ini belum dapat kusenangi hatimu, bahkan masih juga kubebani, untuk menanyakan kabar saja masih bisa terlupakan karena hanya memikirkan kesibukan sendiri.
Dan kepada belahan jiwa bunga mawar yang harum dalam jiwaku yang sangat kusayangi, selama ini masih saja membuat kecewa, membuat hatimu terluka padahal kau begitu setia serta sabar penuh keihlasan menemaniku dalam perjalanan penuh onak dan duri.
Dan yang sangat kusesalkan mengapa aku bisa marah besar ketika anak-anakku melakukan kesalahan…
Saudara-saudara, teman-teman meminta bantuan masih saja belum bisa dipenuhi bahkan kadang terlupakan... padahal mereka begitu peduli dengan manusia abu-abu ini. Dalam pergaualanku juga masih melakukan kesalahan disana sini yang bisa membuat sakit hati, kampungan serta penuh dengan dengki memang manusia abu-abu ini.
Ya Allah… Manusia Abu-abu ini memang tidak semulia pada saat Engkau ciptakan, tetapi perhatian serta karunia-Mu tiada pernah terputus. Begitu luar biasa kasih sayang-Mu.
Ya Allah berilah aku kesempatan untuk memperbaiki warna ini, berikan aku kesempatan untuk lebih mendekatkan diriku padaMU ya Rabbi… berikan aku petunjuk agar aku selalu berada pada jalanMu yang engkau ridhoi. Aku akan berusaha merubah segala warna kelam yang aku goreskan kepada orang-orang terdekatku, terutama mereka yang sangat aku kasihi, aku cintai dan aku sayangi.
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim, beri kesempatan manusia abu-abu ini bisa menjadi manusia putih di jalan-MU....semoga mulai malam ini, di tahun 1433H warna ini terus memutih dan akan benar-benar menjadi PUTIH. Amin ... Ya Rabbal Alamin.






Cigarskruie