Rabu, 03 Februari 2010

PERFEKSIONIS BAIK ATAU BURUK

Sedikit di awal article ini ; Jangan Perfeksionis..!!
Kebenarannya anda sendiri yang tentukan.

Tapi dari selama ini hampir 7 tahun bergelut di dunia internet & marketing, semua memang menuntut untuk kita berikan satu hal yang maksimal. Disini kita selalu terjebak dengan PERFEKSIONIS. Baik orang tua, guru atau teman sebenarnya telah banyak memberi kita masukan untuk hal itu tanpa kita sadari. Satu hal penting lagi yang selalu dan akan saya ingat adalah Tidak ada yang sempurna di dunia ini, apapun itu. Dan proses yang wajar adalah satu hal yang sangat luar biasa kalau kita bisa jalani itu.

Saat ini mungkin saya adalah termasuk orang yang gagal, dan saya akan berusaha menertawakan kegagalan saya ini, minimal bisa tersenyum. Pengalaman demi pengalaman lewat begitu saja. Saya tidak ingin terulang kembali, dan saat ini saya juga memperoleh pengalaman walau hanya sekelumit, yang akan saya bagi juga disini tentang satu hal di atas. PERFEKSIONIS.

Saya dulu pernah terkena sindrom perfeksionis. Sebelum mulai membuat design, saya selalu yakin dan optimis. “design ini pasti sempurna!” Lalu saya susun rencana, strategi-strategi pemasarannya, produk-produk andalannya, konsep design-nya dll. Aha…design ini pasti yang terbaik!

Setiap detil dari design itu saya pertimbangkan baik-baik. Element - element-nya juga harus yang terbaik dan tidak tertandingi. Itu yang menggebu-gebu dalam pikiran saya. Pokoknya…design ini harus sempurna!

Tapi, kemudian apa yang terjadi? Saya selalu terpaku untuk yang terbaik. Apapun yang saya hasilkan, saya tak pernah puas. Karena, saya merasa selalu saja ada kekurangan. Jujur, saya takut kalau design ini tak sesempurna yang saya bayangkan.

Namun hasilnya saya malah jadi tidak percaya diri. Apalagi kalau ada masukan dan kritik dari orang lain. Saya jadi semakin ciut. Dan, akhirnya ragu apakah design ini benar-benar menjanjikan?

Ah! Kesempurnaan yang saya harapkan kok malah jadi hambatan untuk sukses?

Hehe… hal seperti ini memang kerap menghampiri para kita semua. Semuanya ingin jadi sempurna. Pada intinya memang agar kita bisa mendapat apa yang namanya kepuasan serta keuntungan yang menyertainya.

Sama hal dimana kita membuat sebuat situs/website. Jika anda ingin punya hasrat menghasilkan situs yang paling OKE sedunia itu bagus. Keinginan seperti itu memang harus ditanamkan. Hanya saja, hasrat jadi sempurna itu punya efek samping. Dan, efek samping itu yang merugikan. Keinginan itu bisa melumpuhkan kemampuan anda yang sebenarnya. Hasilnya, tujuan-tujuan anda tidak akan tercapai.

Seperti yang tadi saya katakan di atas, misalnya, saya harus menulis artikel yang paling bagus! Karena pembaca hanya akan memilih yang terbaik. Konsekuensinya, saya terus menulis dan menulis. Satu tema saja bisa saya tulis berulang kali. Dan, saya masih tidak merasa puas. Apa anda juga pernah mengalami hal yang sama? Sangat tidak enak kan?

Semestinya kan saya bisa mengerjakan hal yang lain. Bukan berarti memberikan yang terbaik itu salah. Tapi, terlalu perfeksionis bisa memperlambat bisnis anda.

Akibat lainnya, kita jadi keras kepala. Kalau tidak sempurna, tidak akan terpakai. Pikiran jadi berat, jiwa juga lelah. Hasilnya, kita tidak akan bersemangat lagi menyelesaikan situs itu. Sementara anda masih saja terus cemas. “kok nggak bagus ya? Masih ada yang kurang deh!” Terus…dan terus…berpikiran demikian.

Akhirnya … situs yang harusnya launching bulan Agustus bisa molor sampai Agustus tahun depan. Wah…wah… gawat!

Selanjutnya, apa yang harus kita lakukan? Kalau dipikir-pikir, memuaskan semua orang itu kan tidak mungkin. Dan, kita memang tidak bisa memuaskan mereka seketika. Setiap pengunjung itu hanya akan mencari hal yang mereka butuhkan.

Kemudian kalau mereka menemukan kekurangan, mereka akan memberi respon. Apa saja yang kurang dari produk kita? Nah jadikan saran mereka sebagai umpan perbaikan. Asyik kan? Sambil bisnis kita tetap jalan, kita juga dapat kesempatan untuk perbaikan. Sebaliknya, kalau produk-produk anda juga tidak segera diluncurkan, bagiamana mereka bisa memberi respon. Iya kan?

Prinsipnya sederhana: Jadikan kesempurnaan itu sebagai motivasi. Tapi jangan sampai melewati batas waktu.

Maka, setiap kali anda punya ide cemerlang, segera susun rencana dan wujudkan!

Banyak yang bilang sukses berbisnis internet itu tidak perlu ide unik dan desain situs yang sempurna. Situs dengan kualitas rata-rata pun bisa menghasilkan uang yang anda inginkan. Intinya, perfeksionis itu penyakit menyebalkan!

Tapi, kini saya tidak khawatir lagi terjangkit penyakit perfeksionis. Saya sudah punya obatnya. Anda mau?

  • Jangan tunggu ide revolusioner muncul di otak anda. Percuma, ini tidak akan terjadi. Fokus saja pada hal-hal yang sederhana dan lakukan sesegera mungkin.
  • Jangan buang waktu untuk melakukan riset pasar. Luncurkan saja produk uji coba secepat mungkin. Untuk perbaikan produk, lakukan saja setelah launching.
  • Jangan terlalu banyak punya rencana bisnis. Karena tidak semuanya bisa menghasilkan.
  • Jangan buat rencana pemasaran besar-besaran. Akan lebih penting dan bermanfaat kalau masyarakat menyukai produk kita.
  • Jangan hanya fokus pada jumlah uang yang anda hasilkan. Fokuslah pada pengunjung situs anda. Kalau produk anda sukses, uang akan datang sendiri. So, jangan jadikan uang sebagai tujuan.

Untuk sukses tidak perlu menyiksa diri kan? Intinya, segera wujudkan ide anda! Dan, selalu lakukan perbaikan… . Jangan pernah menunggu orang lain untuk mengingatkan, bahkan meninggalkan anda.

Inspiration article dari Mas Joko Susilo.
Let try to the next step, and action